Rabu, 25 Juni 2014

MALAS BELAJAR BUKAN HALANGAN UNTUK SUKSES

Banyak pelajar yang menanyakan satu hal yang sama yakni “bagaimana cara menghilangkan rasa malas saat belajar?” tidak hanya yang masih sekolah SMP atau SMA saja tetapi juga yang sudah kuliah diperguruan tinggi, tidak sedikit di antara mereka yang ngrasa malas ketika belajar.

Biasanya pelajar tiba-tiba saja malas setiap mau belajar atau ketika sedang kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam kelas, terutama mengenai pelajaran-pelajaran tertentu yang nota bene sulit dikerjakan seperti pelajaran eksak (MTK, FISIKA, KIMIA, AKUNTASI). Meskipun sebagian yang lain justru semangat di pelajaran ini. Untuk hal ini saya telah menulisnya khusus dengan tema “Sulit pelajaran eksak bukanlah kutukan” silahkan klik di sini.

Permasalahan malas belajar disebabkan oleh suatu hal tertentu yang berperan penting dalam pembentukan semangat belajar, dan ini tidak dimiliki oleh seorang pelajar saat ia sekolah, dan ironisnya memang tidak pernah diajarkan saat ia belajar atuapun saat KBM. Hal ini haruslah guru BK yang melakukannya. Tetapi tidak banyak yang meresponnya dengan baik melainkan hanya pemaksaan belajar saja yang ada selama ini.

Faktor-faktor penyebab malas belajar:
1.       Metode belajar yang kurang menyenangkan yakni hanya membaca, mendengarkan, mengerjakan tugas-tugas, dan penilaian saja kemudian metode seperti ini diberlakukan selama dari SD hingga SMA. Alias 12 tahun hanya begitu saja cara belajarnya, maka sudah bisa dipastikan membosankan atau malas. Metode-metode lainnya yang menantang jiwa pelajar seperti role playing, modeling, diskusi kelompok cerdas, dan beberapa metode lainnya yang menggugah minat dan potensi pelajar jarang diberlakukan. 

Apa akibatnya jika anda belajar dengan hanya menggunakan satu cara saja ? sudah tentu bosen dan hanya mendapatkan hasil yang sama juga, tidak ada perkembangan. Begitu-begitu saja. Dan setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam gaya belajarnya maka kalau hanya 1 metode saja maka itu akan sangat TIDAK efektif, tidak dapat optimal dan tentu malasss. Ya.. 

Jadi jangan disalahkan kalau diri anda malas, ini hal yang wajar dan anda malas saat belajar itu BAGUSSSS kalau menurut saya karena cara anda belajar sama terus dari kecil hingga saat ini, ya tentu saja bosan dan akhirnya jadi malas. 

Rasa malas ini hanya ditimbulkan dari kebosanan anda dalam belajar karena memakai cara-cara yang sama terus sepanjang masa, sudah tentu karena sifat dasar manusia selalu ingin berkembang atau dinamis jadi kalau menetap dengan satu saja pasti mendatangkan kebosanan yang sangat amat. Jadi anda malas belajar itu tandanya ingin perubahan “cara belajar” yang lebih menantang atau yang “lebih menyenangkan” lagi.

Solusinya bagaimana?

Lakukanlah beberapa eksplorasi dalam belajar, jangan hanya statis dengan satu cara belajar saja melainkan gugah hasrat anda untuk bereksperimen dengan beberapa metode belajar. Lakukan saja, banyak cara belajar yang menyenangkan, anda lebih tertarik yang mana lakukan saja itu kemudian evaluasi hasilnya bersama.

Kalau saya secara pribadi anda saya sarankan untuk belajar buku QUANTUM LEARNING karangan Bobby De porter.. saya agak lupa nama pengarangnya ya.. buku itu berisi banyak sekali cara-cara sangat efektif untuk belajar dan meningkatkan hasil belajar berkali-kali lipat, sekaligus menyenangkan, penuh tantangan dan menggairahkan sekaligus juga fokus pada saat yang sama. Otak anda akan dimaksimalkan cara penggunaannya hingga dapat mengingat dan menyerap pelajaran apapun. Itulah cara belajar yang benar.

Oya ini sampul bukunya... saya tidak promosi lhoo... silahkan anda cari di toko buku kalau sudah gak ada ya browsing aja untuk beli online diberbagai toko buku online mudah-mudahan masih anda.



2.       Guru yang kurang kreatif dalam pelaksanaan KBM... sorry lho ya...
Ini juga yang menjadi penyebab pelajar itu malas ketika belajar.

Solusinya bagaimana?

Pada prinsipnya juga sama dengan di atas yakni guru harus kreatif menggunakan metode pengajaran yang menarik, menggugah minat, sesuai dengan gaya belajar personal siswa, akhirnya mampu mendapatkan hasil maksimal dari pelajarnya. Minimal guru menggunakan metode interaktif tidak hanya ceramah, menulis, penugasan dan penilaian saja. Kalau saya secara pribadi biasanya kalau tidak ada alat untuk mengajar maka saya menggunakan metode yang interaktif, motivatif, inpiratif, public persuasif, dan penemuan jawaban dari masalah yang saya serahkan sendiri kepada pelajar sedangkan saya hanya memancing mereka dengan persoalan-persoalan atau saya suruh mereka membuat pertanyaan-pertanyaan sendiri seputar tema yang dibahas kemudian saya suruh mereka menjawabnya sendiri, setelah itu di-diskusikan secara kelompok. Saya menyebutnya “kelompok belajar cerdas.” Ini sekaligus memberikan sugesti positif ke pikiran bawah sadar mereka agar terstimulasi menjadi cerdas betulan.

Kadang-kadang juga menggunakan metode afirmasi atau penguatan mental dengan kalimat-kalimat positif dan memberdayakan mental mereka seperti yang saya tulis sebagianya pada artikel TIPS SUKSES UNAS DENGAN KEKUATAN PIKIRAN yang dapat anda baca DI SINI !

Kalau kita berbicara persoalan ini sebenarnya para guru sudah banyak yang mengerti metode-metode yang praktis, inovatif, kreatif bahkan mereka sudah jauh-jauh mendapatkan wawasan itu dari mereka kuliah (khusus yang jurusan pendidikan) atau dari mereka yang sudah sertifikasi (bersertifikat pendidik nasional dari kemendiknas dan depag). Tentu sudah ada pendidikan yang mengarah kepada pencapaian belajar maksimal. Menurut saya juga ada beberapa buku yang menjelaskan berbagai metode mengajar ini diantaranya QUANTUM TEACHING dengan pengarang yang sama seperti buku quantuk learning, ada lagi buku hipnosis learning, dan lain-lainnya. Selain itu juga ada metode PAIKEM, CTL, dll.

Metode-metode ini bagus karena di dalamnya menyangkut motivasi belajar, menggugah minat dan penasaran, reward atau penghargaan mental, Rasa ingin tau anak akan terstimulasi yang akan bermanfaat pada optimalisasi potensinya, tetapi metode jarang sekali diberlakukan alasannya karena fasilitas tidak mendukung, kemudian kelasnya terlalu besar bayangkan dalam satu kelas terdapat 50 siswa... ramai sekali, guru ngomong apaaa... muridnya gak dengar sibuk ngobrol sana sini, hehehe... ini yang kadang membuat guru malas mengajar dan ini sungguh tidak efektif padahal yang efektif itu sekitar 15 hingga 25. Itu sudah maksimal. Lantas bagaimana dengan hasil belajarnya? Yahh.... antara 0 – 10 % saja.

Sebenarnya hanya dua ini saja akar permasalahan malas belajar. Bayangkan kira-kira jika anda belajar itu menyenangkan, tau bagaimana cara belajar yang asik, cepat nangkap pelajaran, dan mudah di-ingat. Bayangkan pula jika guru-guru anda mengajarnya dengan penuh teladan, menyenangkan, selalu membuat semangat anda menggebu-gebu, pasti anda tidak akan malas belajar lagi. Anda akan selalu semangat, meskipun malas itu tetap ada tetapi porsi semangatnya lebih banyak.

Sekarang apa akibat dari cara-cara belajar dan mengajar yang tidak efektif di atas?

1.       Pelajar akan sering malas belajar
2.       Pelajar memaksakan diri untuk belajar
3.       Pelajar hanya menyerap hasil belajar dengan porsi yang kecil
4.       Pelajar tidak dapat mengeksplorasi potensi-potensi terpendamnya
5.       Pelajar tidak tau manfaat detil dari ilmu yang sedang ia pelajari
6.       Pelajar hanya berijazah tetapi dengan kualitas yang rendah
7.   Pelajar tidak tahu semangat hidup, mentalitas mereka kurang berkembang dengan baik kecuali hanya beberapa anak saja yang memang sudah dari sononya seperti itu.
8.     Pelajar tidak mengerti modal sukses yang sebenarnya, karena setahu mereka modal sukses hanyalah ijazah dan lulus sekolah itu saja.

Karena ulasan ini, mudah-mudah bermanfaat untuk anda, saya juga menulis artikel singkat mengenai bagaimana “cara efektif semangat belajar sepanjang masa”, BACA DI SINI !


Thanks..

Ahmad Fatahillah



0 comments:

Posting Komentar

Tuangkan kritik dan saran Anda di sini !

Popular Posts